Lulu Cha
Rabu, 11 Maret 2015
TINGKATAN TAKSON
- Kingdom (kerajaan) atau regnum (dunia)
Kingdom
merupakan tingkatan takson tertinggi dengan jumlah anggota takson terbesar.
Organisme di bumi dikelompokan menjadi beberapa kingdom, antara lain kingdom
animalia (hewan), kingdom plantae (tumbuhan), kingdom fungsi (jamur), kingdom
monera (organisme uniseluler tanpa nukleus), dan kingdom protista (eukariotik
yang memiliki jaringan sederhana).
- Phylum (filum) atau divisio (divisi)
Phylum
digunakan untuk takson hewan, sedangkan divisi digunakan untuk takson tumbuhan.
Kingdom animalia dibagi menjadi beberapa phylum, antara lain filum chordata
(memiliki notokorda saat embrio), filum echidermata (hewan berkulit duri), dan
filum platyhelminthes (cacing pipih). Nama divisi pada tumbuhan menggunakan akhiran-phyta.
Contoh, kingom plantae dibagi menjadi tiga divisi, antara lain bryophyta
(tumbuhan lumut), pteridophyta.
- Classis (kelas)
Anggota
takson pada setiap filum atau divisi dikelompokan lagi berdasarkan persamaan
ciri-ciri tertentu. Nama kelas tumbuhan menggunakan akhira yang berbeda-beda,
antara lain : -edoneae (untuk tumbuhan berbiji tertutup), -opsida (untuk
lumut), -phycae (untuk alga), dan lain-lain. Contohnya, divisi
Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas Monocotyledoneae dan kelas Dicotyledoneae;
divisi bryophyta diklasifikasikan menjadi 3 kelas, yaitu hepaticopsida (lumt
daun); dan filum chrysophyta (ganggang keemasan) dikelompokan menjadi 3 kelas,
yaitu Xantophyceae, Chrysophyceae, dan Bacillariophyceae.
- Ordo (Bangsa)
Angggota takson
pada setiap kelas dikelompokan lagi menjadi beberapa ordo berdasarkan persamaan
ciri-ciri yang lebih khusus. Nama ordo pada takson tumbuhan biasanya
menggunakan akhiran –ales.Sebagai contoh, kelas Dicotyleneae dibagi menjadi
beberapa ordo, antara lain ordo Solanales, Cucurbitales, Malvales, Rosales,
Asterales, dan Poales.
5. Familia
(Familia/Suku)
Anggota
takson setiap ordo di kelompokan lagi menjadi beberapa famili berdasarkan
persamaan ciri-ciri tertentu. Familia berasal dari bahasa latin Familia.
Nama famili pada tumbuhan biasanya menggunakan akhiran –aceae, misalnya famili
Solanaceae, Cucurbetaceae, Malvaceae, Rosaceae, Asteraceae, dan Poaceae. Namun,
ada pula yang tidak menggunakan akhiran kata-aceae, misalnya Compositae (nama
lain Astraceae) dan Graminae (nama lain Poaceae). Sementara nama famili pada
hewan menggunakan akhiran kata –ideae, misalnya Homonidae (manusia), Felidae
(kucing), dan Canidae (anjing).
- Genus (Marga)
Anggota
takson setiap famili dikelompokan lagi menjadi beberapa genus berdasarkan
persamaan ciri-ciri tertentu yang lebih khusus. Khaidah penulisan nama genus,
yaitu huruf besar pada kata pertama dan dicetak miring atau digarisbawahi.
Sebagai contoh, famili Poaceae tediri atas genus Zea (jagung), Saccarum
(tebu), Triricum (gandum), dan Oryza (padi-padian)
- Species (Speciea janin)
Species
merupakan tingkatan takson palig dasar atau terendah. Anggota takson memiliki
paling banyak persamaan ciri dan terdiri atas organisme yang bila melakukan
perkawinan secara ilmiah dapat menghasilkan keturunan yang fertil (subur). Nama
species tediri dari atas dua kata; kata pertama menunjukan nama sfesifiknya,
Sebagai contoh, pada genus Rosa terdapat spesies Rosa multiflora,
Rosa canina, Rosa alba, Rosa rugosa, dan Rosa dumalis.
(Gambar 1.15)
- Varietas atau Ras
Pada
organisme –organisme satu spesies terkadang masih ditemukan perbedaan ciri yang
sangat jelas, sangt khusus atau bervariasi sehingga disebut varietas (kultifar)
atau ras. Istilah varietas dan kultifar digunakan dalam spesies
tumbuhan, sedangkan istilah ras digunakan dalam spesies hewan. Varietas
dapat diartikan secara botani dan secara agronomi.
Varietas
secara botani adalah populasi tanaman dalam satu spesies yang menunjukan perbedaan ciri
yang jelas. Penanamannya diatur oleh ICBN ( Intenational Code of Botanical
Nomenclature). Penulisan varietas dicetak miring atau digarisbawahi.
Contohnya; Oryza sativa var indica (Padi) dan Zea mays L, var tunicata
(jagung).
Sementara
itu varietas secara agronomi adalah sekelompok tanaman yang memiliki
satu atau lebih ciri khas yang dapat dibedakan secara jelas dan ciri tersebut
dapat dibedakan dipertahankan bika dikembangkan secara vegeatif (aseksua)
maupun secara generati (seksual). Varietas dalam agoronomi disebut juga kultifar.
(Kultifar terdir atas populasi tanaman budidaya terseleksi, galur murni, hasil
kloning, dan hasil hibrida. Istilah kultifar diajukan oleh L.H. Bailey pada
tahun 1923. Cara penanaman kutifar diatur oleh ICNCP ( International code of
Nomenclature for Cultivated Palnts).Cara penulisan kultifar adalah
dengan memberi tanda petik dan tidak dicetak miring, Contoh: Oryza sativa
‘Cisadane’ (padi); kultifar pada spesies Rosa alba, antara lain Rosa
alba ‘Mormors rose’ Rosa alba ‘Blush hip’, Rosa alba ‘Suaveolens’, Rosa
alba ‘Celestial’, Rosa alba ‘Amelie’, dan Rosa alba ‘Chloris’.
Selasa, 10 Maret 2015
Mitos dan Fakta Anak Sulung dan Bungsu
Fakta anak sulung
1.
Keras
kepala tapi care
2.
Kalau
marah gak inget dunia (garang kaya macan).
3.
Sensitive
4.
Selalu
ingat kawan lama
5.
Kaki
shopping
6.
Suka
menolong orang yang minta pertolongan
7.
Kalo
marah dia bakal diemin kita
8.
Ramah
9.
Rajin
10.
Penyayang
11.
Anak
Sulung adalah Pemimpin Alami
12.
Anak
Sulung Umumnya Perfeksionis
13.
Anak
Sulung Tidak Nakal
14.
Anak
Sulung Terkadang Kreatif
15.
Anak
Sulung Peduli Pada Hal yang Dipikirkan Orang Lain
16.
Anak
Sulung Itu Ngebos!
17.
Anak
Sulung Itu Tangguh
Dikutip
dari http://www.mlucu.com/24fgDB dan http://oomalfa.blogspot.com/2014/06/11-fakta-anak-sulung.html
Fakta anak bungsu
1.
Pemaaf,
tidak mudah marah
2.
Sensitif-hatinya
lembut
3.
Ramah
dan mudah bergaul
4.
Meski
sedih tapi masih berusaha senyum
5.
Jadi
tempat curhat teman/sahabat
6.
Banyak
yang tertarik/suka
7.
Berteman
tidak pilih-pilih
8.
Ceria
9.
Tidak
sombong
10.
Tidak
mudah emosi dan marah
11.
Anak bungsu Manja
12.
Anak bungsu selalu diperhatikan
13.
Anak bungsu selalu diutamakan
14.
Anak bungsu selalu diberi semua hal yang diinginkan
15.
Anak bungsu selalu terjamin karena dia menuruni aset
yang dimiliki kedua orang tuanya.
16.
Anak bungsu tidak pernah mau berpikir dewasa.
17.
Anak bungsu selalu cengeng.
18.
Anak bungsu tidak pernah merasakan perjuangan.
19.
Anak Bungsu selalu berambisi meraih sesuatu.
20.
Anak bungsu tidak pernah lelah.
Dikutip
dari http://www.mlucu.com/9ZIs8O dan http://binarnet.blogspot.com/2011/10/mitos-dan-fakta-seputar-anak-bungsu.html
Kamis, 26 Februari 2015
Menulis Resensi Buku Pengetahuan
Menulis Resensi Buku Pengetahuan
1.
Identitas Buku
l
Judul buku : Bertanam Cabai Dalam Pot
l Jenis buku : Nonfiksi
l Penulis : Redaksi Trubus
l Penerbit : PT. Trubus Agriwidjaya, Ungaran
l Cetakan : Ketujuh, 2000
l Tebal : vii + 42
halaman
l Ukuran : 14,5 x 20,5 cm
2.
Sinopsis isi buku :
Dalam
buku ini dijelaskan tahap-tahap dalam menanam cabai di dalam pot. Mulai dari
menyiapkan benih sampai pemanenan. Di buku ini juga dijelaskan bagaimana cara
pemeliharaan cabai agar cabai yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus.
Selain sebagai bahan penyedap rasa dalam masakan, cabai juga memiliki kandungan
gizi yang sangat bermanfaat bagi manusia.
3.
Keunggulan buku :
Di dalam buku kecil ini pembaca
mendapatkan pengetahuan mengenai cara menanam cabai di dalam pot. Penulis
menggunakan bahasa yang sederhana sehingga pembaca mudah memahami kalimatnya.
Selain itu terdapat gambar-gambar yang memperjelas pemahaman pembaca.
4.
Kelemahan buku :
Walaupun di dalam buku tersimpan
banyak pengetahuan dan keunggulan lainnya. Tetapi buku ini mempunyai kelemahan,
yaitu ada bebarapa kata atau istilah asing yang tidak semua pembaca mengetahui
artinya. Sebagian gambar juga tidak berwarna atau berwarna hitam putih.
5.
Kesimpulan :
Di dalam menciptakan buku ini tim
redaksi trubus menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami dan dilengkapi
dengan gambar-gambar. Sehingga membuat pembaca tertarik untuk mempraktikkan apa
yang ada di buku, yaitu menanam cabai di dalam pot.
Langganan:
Postingan (Atom)
